ads

JRBM Perkuat Kualitas Personel Pengamanan, Korem 131/Santiago Turun Langsung Membina

MANADO – PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) bersinergi dengan Korem 131/Santiago dalam meningkatkan profesionalisme personel pengamanan dan Emergency Response Team (ERT) melalui Latihan Pembinaan Mental dan Fisik Tahun 2026.

Sebanyak 40 personel dari JRBM dan perusahaan mitra mengikuti kegiatan yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan, menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasional perusahaan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan tersebut dimulai pada Senin, 19 Oktober 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama satu pekan di Markas Korem 131/Santiago. Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan maupun situasi darurat kebencanaan.

Peserta berasal dari Departemen Security PT JRBM serta enam perusahaan mitra, yakni PT Samudera Mulia Abadi (SMA), PT Nawakara Perkasa Nusantara, PT Adijaya Garda Integriti, PT ADEN, PT Dahana, dan PT Arkato.

Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE, memimpin langsung pembukaan pelatihan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada JRBM atas kepercayaan yang diberikan kepada Korem 131/Santiago untuk menyelenggarakan pembinaan bagi personel pengamanan.

Yuri menekankan bahwa tugas pengamanan di lingkungan pertambangan membutuhkan kesiapan yang menyeluruh.

Selain kemampuan menjaga area operasional, personel juga dituntut memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, serta kecakapan dalam menghadapi dinamika di lapangan.

Menurutnya, keberadaan personel pengamanan turut mendukung terciptanya situasi yang kondusif bagi kegiatan perusahaan dan masyarakat di sekitarnya.

Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta mengikuti materi dan tahapan latihan dengan sungguh-sungguh agar pembinaan yang diberikan dapat menunjang pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kesiapan fisik dan mental juga perlu diimbangi kemampuan berkomunikasi serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Hal tersebut menjadi aspek penting dalam menjalankan fungsi pengamanan di kawasan operasional yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sosial.

Sementara itu, General Manager External Relations and Security PT JRBM, Andreas Saragih, menyatakan bahwa pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan potensi diri.

Ia turut mengapresiasi dukungan Korem 131/Santiago dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pengamanan.

“Selamat mengikuti pelatihan kepada para peserta. Jadikan pelatihan ini sebagai proses pengembangan diri dan peningkatan kemampuan. Terima kasih kepada Korem 131/Santiago yang telah bersedia bekerja sama untuk meningkatkan kualitas personel pengamanan di JRBM,” ujar Andreas.

Pelaksanaan pelatihan yang melibatkan personel perusahaan mitra ini diharapkan dapat memperluas manfaat pembinaan bagi tenaga pengamanan yang bekerja dalam satu lingkungan operasional.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, para peserta diharapkan semakin siap menjalankan tanggung jawab sesuai kebutuhan di lapangan.

Antusiasme juga disampaikan salah seorang peserta, Adriansyah Bagaya. Ia menganggap kesempatan mengikuti pelatihan bersama Korem 131/Santiago sebagai pengalaman berharga untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kemampuan.

“Ini kesempatan langka. Kami tidak akan menyia-nyiakan pelatihan ini. Terima kasih atas kesempatan ini,” ungkap Adriansyah.

Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT JRBM, Asman Mokoagow. Ia menilai pelatihan dapat dimanfaatkan para pekerja untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mendukung pengembangan karier.

“Ini peluang emas bagi teman-teman. Manfaatkan ini dengan baik sebagai upaya peningkatan kapasitas dan jenjang karier. Terima kasih JRBM dan Korem,” kata Asman.

Di sisi lain, keberhasilan program pembinaan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh penerapan kemampuan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari.

Evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana materi pelatihan dapat menunjang kesiapan personel.

Danrem 131/Santiago, Yuri Elias Mamahi, berharap kerja sama pembinaan antara Korem dan JRBM dapat terus berlanjut.

Menurutnya, peningkatan kualitas personel membutuhkan proses berkesinambungan agar kemampuan yang dimiliki tetap terpelihara dan berkembang sesuai tuntutan tugas.

Melalui kegiatan ini, JRBM bersama Korem 131/Santiago mendorong penguatan kompetensi personel pengamanan, baik dari aspek mental maupun fisik.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas yang lebih profesional, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *