ads

Dinkes Kotamobagu Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Rubella

KOTAMOBAGU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran Campak Rubella menyusul ditemukannya kasus klinis penyakit tersebut di wilayah setempat.

Rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu faktor yang disoroti karena dapat meningkatkan risiko penularan hingga memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinkes Kota Kotamobagu, dr. Wahdania L. Mantang, M.Kes, mengatakan imunisasi menjadi langkah penting untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Ia menjelaskan, Rubella atau yang dikenal sebagai Campak Jerman merupakan infeksi virus yang dapat menular melalui percikan cairan dari saluran pernapasan ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam ringan, munculnya ruam kemerahan pada kulit, mata merah, pilek, serta pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga dan leher.

Meski gejalanya dapat terlihat ringan, infeksi Rubella berisiko menimbulkan dampak serius apabila terjadi pada ibu hamil, terutama karena dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin.

Pada anak yang terdampak, komplikasi dapat berupa gangguan pendengaran, katarak, kelainan jantung bawaan, mikrosefali, hingga keterlambatan tumbuh kembang.

Dampak lainnya meliputi gangguan bicara, kesulitan belajar, serta disabilitas intelektual yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak dalam jangka panjang.

Menurut Wahdania, peningkatan cakupan imunisasi perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, tenaga kesehatan, maupun orang tua.

Pemberian imunisasi secara luas tidak hanya memberikan perlindungan kepada anak yang menerimanya, tetapi juga membantu membangun kekebalan kelompok sehingga risiko penyebaran penyakit dapat ditekan.

Ia menegaskan, pemenuhan imunisasi merupakan bagian dari upaya melindungi hak anak atas kesehatan, sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Dinkes Kotamobagu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai imunisasi.

Orang tua disarankan berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan di Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memperoleh penjelasan yang benar mengenai manfaat dan jadwal imunisasi anak.

Wahdania mengajak seluruh orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan Campak Rubella sekaligus melindungi anak-anak di Kota Kotamobagu dari dampak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *