HALO SULAWESI— Peran Koperasi Produsen Pidung Jaya (KKPJ) kian menonjol, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang aktif mendorong kemajuan olahraga daerah. Dukungan penuh terhadap Bolsel FC menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Di bawah pengawasan Ketua Dewan Pengawas, Hanifa Sutrisna, KKPJ terus berkembang sebagai lokomotif ekonomi masyarakat di Desa Pidung, Kecamatan Pinolosian Timur. Koperasi ini tidak hanya fokus pada produksi material konstruksi berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun semangat kebersamaan dan prestasi generasi muda.
Bolsel FC Tampil Percaya Diri di “Grup Neraka”
Atmosfer kompetisi Liga 4 Indonesia Piala Gubernur Sulut 2026 semakin memanas. Dari 12 tim terbaik yang lolos seleksi, Bolsel FC mencuri perhatian sebagai salah satu kandidat kuat penantang juara.
Tergabung di Grup C bersama tim tangguh seperti Persma 1960 Manado, PS Kuda Laut Belang, dan PS MU Minahasa Utara, Bolsel FC menghadapi tantangan berat sejak fase awal. Namun, performa tim menunjukkan tren positif.
Setelah bermain imbang 0-0 melawan PS MU Minahasa Utara, Bolsel FC bangkit dengan kemenangan telak 6-0 atas PS Kuda Laut Belang—hasil yang mempertegas keseriusan mereka di turnamen ini.
Optimisme juga datang dari Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Iskandar Kamaru, yang yakin tim kebanggaan daerah mampu melaju jauh.
“Kami percaya Bolsel FC bisa bersaing dan lolos dari fase grup. Persiapan tim sudah cukup matang,” ujarnya.
KKPJ dan Hanifa Sutrisna: Dari Ekonomi ke Lapangan Hijau
Dukungan terhadap Bolsel FC bukan langkah baru bagi KKPJ. Sebelumnya, koperasi ini juga aktif mendukung kegiatan olahraga seperti Bupati Cup Bolsel.
Hanifa Sutrisna menegaskan, olahraga memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan persatuan masyarakat.
“Sepak bola bukan sekadar hiburan. Ini adalah wadah untuk menyalurkan bakat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan sportivitas di kalangan pemuda,” ungkapnya.***











