KOTAMOBAGU – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Kotamobagu kini kembali normal setelah sebelumnya sempat terjadi antrean panjang akibat kepanikan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Imbauan itu disampaikan setelah Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar pertemuan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, unsur Forkopimda serta pihak terkait untuk memastikan kondisi pasokan dan distribusi BBM di wilayah Kotamobagu.
Dari hasil pertemuan tersebut, Pertamina memastikan tidak terdapat pengurangan stok maupun kenaikan harga BBM. Pasokan dan jalur distribusi BBM di Kotamobagu juga disebut berada dalam kondisi normal dan aman.
“Kami sudah mengundang pihak Pertamina, mereka menjamin pasokan dan distribusi BBM aman untuk Kotamobagu. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik,” ujar Weny Gaib.
Wali Kota berharap kondisi antrean panjang yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang. Menurutnya, masyarakat cukup membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses distribusi di seluruh SPBU dapat berjalan dengan baik.
Ia juga mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang dapat memicu kepanikan dan mendorong masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan.
Pertamina Jamin Stok Normal
Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Aditya Taufik, membenarkan bahwa pasokan dan stok BBM di Kota Kotamobagu dalam kondisi aman.
Ia menyebut penyaluran Pertalite untuk seluruh SPBU di Kota Kotamobagu mencapai sekitar 3.000 kiloliter (KL) per bulan.
“Dari pihak Pertamina, kita bisa memastikan bahwa kuota dan stok pasokan yang ada di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal. Kita juga pasti akan terus memonitor dan memberikan atensi khusus terkait antrean serta kondisi SPBU di Kota Kotamobagu,” jelas Aditya.
Pertamina, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi SPBU dan distribusi BBM di wilayah Kotamobagu.
Aditya juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Menurutnya, pasokan BBM dipastikan tetap tersedia dan dalam kondisi aman.
“Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena penyaluran dan stok aman sampai Desember,” pungkasnya.
Dengan kembali normalnya antrean di SPBU serta adanya jaminan dari Pertamina terkait ketersediaan pasokan, pemerintah berharap masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa tanpa diliputi kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM di Kota Kotamobagu. ***












