KOTAMOBAGU – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Kotamobagu dalam beberapa waktu terakhir dipastikan bukan disebabkan oleh terganggunya stok bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut ditegaskan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dalam pertemuan bersama Pemerintah Kota Kotamobagu, TNI dan Polri yang membahas kondisi antrean BBM di wilayah tersebut.
Pertemuan yang digelar di Aula Kantor BPKD Kotamobagu itu dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.M., sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan BBM.
Noval mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., untuk mencari solusi agar antrean panjang di SPBU segera teratasi.
Dari hasil koordinasi bersama Pertamina, Noval menyampaikan bahwa stok BBM di Kota Kotamobagu berada dalam kondisi aman. Antrean panjang yang terjadi lebih banyak dipicu kepanikan masyarakat akibat beredarnya isu mengenai ketersediaan BBM.
“Ini hanya karena antarmasyarakat saling mempercayai isu miring, sehingga menjadi panik berlebihan dan semua menuju ke SPBU sehingga terjadi antrean panjang. Jadi kembali diingatkan stok masih aman seperti sebelumnya dan tidak ada masalah,” ujar Noval.
Menurutnya, kepanikan tersebut membuat sebagian masyarakat melakukan pembelian BBM berulang kali. Kondisi itu kemudian menyebabkan antrean semakin panjang dan membuat sebagian pengendara tidak kebagian BBM.
Noval juga menegaskan, kebijakan uji coba pembatasan pengisian maksimal 25 liter per kendaraan yang sebelumnya diterapkan kini tidak lagi diberlakukan.
Keputusan tersebut diambil setelah Pertamina memastikan pasokan BBM di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal dan stok tidak mengalami gangguan.
“Kota Kotamobagu sampai hari ini menjadi atensi khusus dari pihak Pertamina,” tambahnya.
Pertamina Jamin Stok Aman hingga Desember
Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Aditya Taufik, memberikan jaminan bahwa pasokan dan stok BBM di wilayah Kotamobagu berada dalam kondisi aman.
Aditya menjelaskan, penyaluran Pertalite di Kota Kotamobagu mencapai sekitar 3.000 kiloliter (KL) per bulan untuk seluruh SPBU.
“Dari pihak Pertamina, kita bisa memastikan bahwa kuota dan stok pasokan yang ada di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal. Kita juga pasti akan terus memonitor dan memberikan atensi khusus terkait antrean serta kondisi SPBU di Kota Kotamobagu,” jelas Aditya.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena pasokan BBM dipastikan tetap tersedia.
“Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena penyaluran dan stok aman sampai Desember,” tegasnya.
Untuk menjaga ketertiban pelayanan di SPBU, Pertamina juga meminta para pengelola SPBU memperketat prosedur verifikasi QR Code.
Selain itu, petugas marshal diminta disiagakan untuk mengatur barisan kendaraan sehingga antrean dapat berjalan lebih tertib dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar SPBU.
Polisi Siapkan Pengawasan di SPBU
Sementara itu, Kabag Ops Polres Kotamobagu Rusdin Zima memastikan jajaran kepolisian akan terus melakukan pengawasan sampai situasi antrean kembali normal.
Menurutnya, evaluasi sebelumnya yang menghasilkan kebijakan pembatasan pengisian 25 liter per kendaraan dilakukan sebagai langkah untuk mengurai antrean.
Namun, kebijakan tersebut dinilai belum menyelesaikan persoalan karena antrean tetap terjadi akibat kepanikan masyarakat.
“Kemarin sempat dari pihak Polres, Pemkot, dan Kodim mengevaluasi dengan membuat pembatasan 25 liter per kendaraan. Namun ternyata antrean tetap ada akibat panic buying,” kata Rusdin.
Dengan adanya jaminan dari Pertamina bahwa stok BBM normal, pihak kepolisian menyarankan pelayanan di SPBU kembali seperti biasa.
“Kami dari Polres, baik Lalu Lintas maupun Tim Presisi, juga menempatkan anggota untuk patroli dan penjagaan di tiap-tiap SPBU yang ada,” tambahnya.
Dukungan pengamanan juga disampaikan Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir.
Unsur TNI memastikan kesiapan personel untuk membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas secara berkala di sekitar SPBU.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga proses penyaluran BBM tetap aman, tertib dan kondusif sekaligus mencegah terjadinya gangguan akibat antrean panjang.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kabag Ekbang Setda Kotamobagu Melky Mokoginta, Kadis Perdagkop-UKM Arioni Potabuga, pihak pengelola SPBU Kotobangon, jajaran PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, unsur Polres Kotamobagu, Kodim 1303/Bolaang Mongondow serta sejumlah OPD terkait. ***












