ads

Pantau Antrean BBM, Pemkot Kotamobagu Batasi Pengisian Maksimal 25 Liter

KOTAMOBAGU – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Kotamobagu bersama Polres Kotamobagu dan Kodim 1303/Bolaang Mongondow turun langsung memantau aktivitas pelayanan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (3/9/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan menyusul munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang memicu kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan BBM.

Tiga SPBU menjadi lokasi pemantauan, masing-masing SPBU Kotobangon, SPBU Moyag dan SPBU Matali. Tim gabungan memantau kondisi antrean sekaligus memastikan pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan tertib dan lancar.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.E., mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta memastikan pelayanan SPBU tetap berjalan dengan baik.

“Hari ini kami mengunjungi tiga SPBU yang ada di wilayah Kota Kotamobagu, yakni SPBU Kotobangon, SPBU Moyag dan SPBU Matali. Kegiatan ini dalam rangka untuk memantau langsung kondisi antrean kendaraan dan pelayanan SPBU kepada masyarakat yang ingin mendapatkan BBM,” ujar Noval.

Dalam upaya mengurai antrean, Pemda Kotamobagu bersama Forkopimda dan pengelola SPBU telah menyepakati pembatasan sementara jumlah BBM yang dapat dibeli setiap kendaraan.

Kendaraan masyarakat untuk sementara hanya diperbolehkan melakukan pengisian BBM dengan jumlah maksimal 25 liter.

Noval menjelaskan, pembatasan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengisian sehingga waktu tunggu masyarakat bisa ditekan dan antrean kendaraan segera terurai.

“Untuk mengurangi antrean kendaraan, kami telah mengimbau kepada pihak pengelola SPBU agar untuk sementara waktu menerapkan pembatasan pengisian BBM, yakni setiap kendaraan mendapatkan jatah maksimal 25 liter,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah sementara untuk menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap tertib sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak kendaraan untuk mendapatkan BBM.

Pemda Kotamobagu juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Noval menegaskan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU dan Pertamina guna memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di wilayah Kota Kotamobagu.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola SPBU dan pihak Pertamina, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih cepat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan dan tetap membeli sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Ia berharap masyarakat dapat ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dinilai penting agar ketersediaan BBM dapat terjaga dan mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat.

Pemantauan tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima, S.E., Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir, S.I.P., Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu Melky Mokoginta, S.T., serta sejumlah anggota TNI, Polri dan instansi terkait. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *