Adapun pengukuhan pengurus DWP Kotamobagu periode 2026-2031 dihadiri langsung Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M bersama Ketua TP-PKK Rindah Gaib-Mokoginta.
Sedangkan, Ketua DWP Kotamobagu yang dilakukan pengukuhan untuk kepengurusan baru periode 2026-2031 yakni Tessa Josephine Mokoginta-Sompi, S.E., M.M.
Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., menyampaikan ucapan selamat sekaligus berharap kepada kepemimpinan yang baru untuk tumbuh menjadi organisasi yang solid, inovatif, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga aparatur, hingga masyarakat luas.
“Semoga amanah ini dijalankan dengan dedikasi, tanggung jawab tinggi, dan semangat pengabdian. DWP bukan hanya wadah silaturahmi, tapi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga aparatur, memberdayakan perempuan, dan menanamkan nilai kebersamaan serta kepedulian sosial,” ujarnya.
Pesan paling menonjol dari Wali kota dr. Weny bahwa anggota harus bisa meningkatkan keaktifan dalam setiap kegiatan organisasi, dan dorong suami para aparatur untuk selalu disiplin serta aktif bekerja.
Ia juga berceloteh soal masih sebagian besar istri para pejabat di lingkungan Pemda Kotamobagu yang wajahnya belum sempat dikenali.
“Terus terang, masih banyak ibu-ibu di sini yang wajahnya belum saya kenal. Bahkan Bapak Sekda pun sering tidak tahu. Ini bukan cuma soal kenal-mengenal, tapi soal bagaimana saya bisa menjaga dan membentengi seluruh pejabat daerah, jika saya tidak mengenal keluarga mereka sendiri,” celotehnya disambut tawa para tamu dan undangan yang hadir.
Ia juga menyampaikan bahwa keaktifan ibu-ibu DWP akan berdampak langsung pada kinerja pemerintahan. Jika istri aktif dalam organisasi, hampir bisa dipastikan suami akan ikut disiplin dan hadir dalam setiap kegiatan wajib pemerintahan.
“Pesan saya, kalau ada anggota yang kurang aktif, sampaikan saja ke Sekda [Sekretaris Daerah Kotamobagu Sofyan Mokoginta., S.H., M.E]. Nanti saya panggil suaminya langsung. Yakinlah, kalau ibu-ibunya yang mengingatkan pagi-pagi sebelum berangkat kerja, roda pemerintahan kita pasti berjalan lebih cepat, tertib, dan solid. Ibu-ibu DWP inilah motor penggerak saya untuk menggerakkan seluruh aparatur,” ungkapnya.
Selain itu, Wali Kota juga menekankan sinergi wajib dijaga antara DWP dan TP-PKK di Kota Kotamobagu. Karena dua organisasi perempuan terbesar ini, dinilai memiliki peran sentral yang tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.
Memang menurutnya ada sedikit perbedaan ruang lingkup tugas dan kewenangan antara kedua organisasi. Namun demikian, tujuan akhirnya tetap sama persis yakni membangun keluarga berkualitas, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Kotamobagu.
“Walaupun tugasnya sedikit berbeda, fungsinya sama-sama untuk masyarakat. Keduanya harus saling mendukung, melengkapi, dan menguatkan, tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Sinergi inilah yang akan mempercepat kemajuan daerah kita,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Sekretaris Daerah Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., Ketua TP PKK Kotamobagu Rindah Gaib-Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., Wakil Ketua TP PKK Kotamobagu Resty Ava Mangkat-Somba, S.Sos., M.H., Seluruh kepala OPD, camat, asisten, staf ahli, dan staf khusus, serta seluruh pengurus TP-PKK, DWP serta tamu dan undangan lainnya.*












