ads

Pesan Kondom Lewat Aplikasi, DPPKB Bolmong Jamin Privasi Terjaga

BOLMONG – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pengembangan aplikasi SIKAT (Sistem Informasi Keluarga Aman Terencana).

Aplikasi digital tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat, khususnya akseptor keluarga berencana (KB), dalam mengakses berbagai layanan secara cepat, praktis, dan aman.

Melalui SIKAT, masyarakat dapat memesan berbagai jenis alat kontrasepsi secara gratis, memperoleh informasi seputar KB, hingga berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan.

Kepala DPPKB Bolmong, Sofianto, mengatakan kehadiran aplikasi SIKAT merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan keluarga berencana berbasis teknologi informasi.

“Melalui aplikasi ini masyarakat bisa memesan berbagai alat kontrasepsi seperti implan, pil KB, vasektomi, tubektomi, kondom, IUD, dan jenis kontrasepsi lainnya secara gratis. Privasi pengguna juga tetap terjaga,” ujar Sofianto.

Menurutnya, salah satu fitur unggulan dalam aplikasi SIKAT adalah alarm pengingat yang ditujukan bagi pengguna alat kontrasepsi jangka panjang, seperti implan. Fitur tersebut akan memberikan notifikasi ketika masa penggunaan alat kontrasepsi mendekati waktu kontrol, penggantian, atau pelepasan.

“Sering kali akseptor lupa kapan harus mengganti atau melepas implan karena masa pakainya cukup lama, mulai dari satu hingga tiga tahun. Dengan adanya alarm pengingat, aplikasi akan memberikan notifikasi saat waktunya kontrol atau penggantian alat kontrasepsi,” jelasnya.

Selain layanan pemesanan alat kontrasepsi, aplikasi SIKAT juga menyediakan informasi lengkap mengenai berbagai metode KB, mulai dari cara penggunaan, manfaat, hingga kemungkinan efek samping yang dapat dialami pengguna. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan.

Tak hanya itu, tersedia pula fitur konsultasi yang memungkinkan masyarakat berkomunikasi langsung dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan edukasi maupun pelayanan terkait program keluarga berencana.

Sofianto menambahkan, saat ini aplikasi SIKAT masih dalam tahap penyempurnaan. Setelah seluruh proses pengembangan selesai, aplikasi tersebut direncanakan akan tersedia di Google Play Store sebelum diluncurkan secara resmi kepada masyarakat.

“Kami berharap kehadiran aplikasi ini dapat mempercepat pelayanan, mempermudah masyarakat mengakses layanan KB, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *