Buka Bimtek Tahap IV Penyusunan Master Plan Smart City Kotamobagu Pj Walikota Asripan Nani Sampaikan Dua Hal ini

https://halosulawesi.com/wp-content/uploads/2024/04/IMG-20240409-WA0047-768x768.webp

KOTAMOBAGU – Penjabat (Pj) Wali Kota Kotamobagu, Dr. Drs. Asripan Asripan Nani M.Si, Senin (16/10/2023), membuka secara resmi bimbingan teknis (Bimtek) Tahap IV Penyusunan Master Plan Smart City Kotamobagu, bertempat di Rudis Walikota Kotamobagu.

Kegiatan yang di bidangi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotamobagu tersebut, dihadiri Kadis Kominfo Kotamobagu Fahri Damopolii, Narasumber kegiatan Perwakilan dari Kementerian Kominfo RI, Dr. Mila Karmila ST MT, Asisten II Pemkot Kotamobagu Adnan Massinae, para pimpinan OPD, camat, lurah/kades serta peserta bimtek perwakilan dari masing-masing OPD di lingkup Pemkot Kotamobagu.

Pj Walikota Asripan Nani menyampaikan, pelaksanaan bimtek tersebut merupakan roadmap atau peta jalan guna merumuskan kebijakan perencanaan strategis tentang Kota Kotamobagu ke depannya.

“Bimtek ini sangat penting untuk perumusan dokumen nanti, karena tanpa roadmap kita hanya bisa meraih-raih. Olehnya terima kasih untuk Kementerian Kominfo dan Dinas Kominfo yang sudah memprakarsai kegiatan ini. Hal ini sesuatu yang wajib bagi kita bersama guna merumuskan Kotamobagu sebagai kota apa untuk ke depannya,” ucap Asripan Nani.

Ia juga menambahkan Berkaitan dengan penyusunan Masterplan Kota Cerdas, ada 2 sektor yang perlu dikembangkan di Kota Kotamobagu yakni pendidikan dan kesehatan.

“Hari ini kita menyiapkan smart city atau kota cerdas, bagi saya ini sesuatu yang sifatnya penting karena kita akan merumuskan Kotamobagu sebagai kota yang bisa dikenal. Saya minta ke Bappeda untuk mencari jargon, rumuskan satu jargon atau akronim Kotamobagu sebagai kota apa yang terjemahannya bisa daerah sejuk, daerah adat atau daerah jasa yang mengarah sebagai kota cerdas, agar supaya dalam hal yang berkaitan dengan jargon, semua program OPD sudah bisa mengarah ke situ,” pintanya.

Karena masih banyak variabel yang harus disiapkan atau dilakukan guna menuju smart city.

“Baik dari penganggaran, SDM, infrastruktur, dukungan perda maupun regulasi. Untuk itu dirinya berharap, dalam perumusan kali ini minimal bisa merumuskan arah masterplan smart city Kota Kotamobagu..Penyusunan terakhir tahap empat ini, tentu sudah menghasilkan goal endingnya kemana. Saya minta Bappeda bentuk tim kecil untuk membuat rumusan agar cepat kita canangkan. Kotamobagu harus ada identitas nilai kearifan lokal. Baik itu makanan, kultur, budaya ataupun sektor lainnya,” jelas Asripan Nani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *